Balai Besar Industri Agro

INFORMASI PELANGGAN

  1. Informasi Pemberlakuan SNI Air Mineral, Air Demineral, Air Mineral Alami dan Air Minum Embun Secara Wajib kepada pelanggan berdasarkan ( File Permenperin no 78 tahun 2016 )
  2. Pencabutan Pedoman BSN No 10 Tahun 1999 (Lihat Lampiran)
  3. Lembaga Serttifikasi Abipro Akan Mengunakan ISO 17065 Sebagai Acuan Dalam Standar Lembaga Sertifikasi
  4. Sertifikasi SPPT SNI dapan dilakukan dengan ISO 22000
  5. Untuk Klien Minyak Goreng Sawit dan Minyak Goreng Kelapa sudah wajib mengacu kepada SNI terbaru
    • SNI Minyak Goreng Sawit : SNI 7709:2012
    • SNI Minyak Goreng Kelapa : SNI 3741:2013
    • SNI kopi instan : SNI 01-2983-1992
    • SNI Biskuit : SNI 2973:2011

Lembaga sertifikasi memperoleh dana untuk pelaksanaan kegiatan sertifikasi dari 2 sumber Subsidi pemerintah melalui anggaran BBIA dan Biaya jasa sertifikasi dari pelanggan lebih detail diuraikan dalam prosedur PR-AP-04. Hak dan kewajiban pelanggan dapat dilihat pada prosedur PR-AP-11 dan dokumen Lisensi Perluasan ruang lingkup sertifikat pelanggan dapat dilakukan cukup dengan pengambilan dan uji contoh produk (yang diajukan SNI perluasan), apabila audit sertifikasi belum melewati masa 6 bulan sejak tanggal audit untuk penerbitan sertifikat dapat dilihat pada prosedur PR-AP-21

Informasi terkait Penerapan Standar ISO 9001 : 2015

Sehubungan dengan telah diberlakukannya Standar ISO 9001:2015; berikut ini disampaikan informasi terkait dengan pemberlakuan Standar ISO 9001:2015: 

  1. Standar ISO 9001:2015 telah dipublikasikan pada tanggal 15 September 2015.
  2. IAF (International Accreditation Forum) telah menetapkan masa transisi adalah 3 tahun sejak tanggal publikasi.
  3. Sertifikasi ISO 9001:2008  tidak valid setelah 3 tahun sejak standar ISO 9001 : 2015 dipublikasikan, yaitu 15 september 2018.
  4. Tanggal masa kadaluarsa sertifikat ISO 9001 : 2008 yang diterbitkan pada masa transisi harus mengacu pada akhir masa periode transisi.
  5. Lembaga Sertifikasi Sistem BBIA (LSS-BBIA) masih dapat melayani kegitan Sertifikasi Awal/Re-Sertifikasi/Surveillance berdasarkan ISO 9001:2008 sampai 15 Juli 2018.  Setelah 15 Juli 2018 kegiatan sertifikasi ISO 9001 harus mengacu pada Standar ISO 9001:2015. 
  6. Perusahaan (Klien LSS-BBIA / ABICS) diminta untuk merencanakan dan melaksanakan tahapan untuk dapat melakukan penyesuaian sistem manajemen mutunya dengan Standar ISO 9001:2015.
  7. LSS-BBIA / ABICS menganjurkan tahapan yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut:
  • Menetapkan action plan untuk penyesuaian sistem manajemen mutu dengan persyaratan Standar ISO 9001:2015; dan menyampaikannya kepada LSS-BBIA/ABICS paling lambat Akhir Agustus 2016
  • Mengikuti Pelatihan Pemahaman Standard ISO 9001:2015
  • Sosialisasi Standard ISO 9001:2015 di perusahaan
  • Penyesuaian dokumen Sistem Manajememen Mutu sesuai persyaratan Standar ISO 9001:2015.
  • Melakukan Internal audit untuk memastikan kesesuaian dokumen dan implementasi Sistem Manajememen Mutu sesuai persyaratan Standar ISO 9001:2015.
  • Menginformasikan kepada LSS-BBIA (ABICS) tentang kesiapan perusahaan untuk dilakukan audit penyesuaian standar.(Lihat Lampiran)


Balai Besar Industri Agro mempunyai 4 buah lembaga sertifikasi diantaranya :

  1. Lembaga Sertifikasi Produk yang bernama LSPro BBIA (Agro-Based Product Certification) yang telah diakreditasi oleh KAN/BSN ( LSPro-010-IDN ) sehingga dapat melayani masyarakat industri agro untuk memperoleh SERTIFIKAT PRODUK PENGGUNAN TANDA SNI secara profesional.
  2. Lembaga Sertifikasi Sistem Manajemen Mutu bernama ABICS (Agro-Based Industry Certification Services) yang telah di akreditasi oleh KAN/BSN ( LSSM-003-IDN ) sejak tahun 1994, sehingga dapat melayani masyarakat industri agro untuk memperoleh SERTIFIKASI ISO 9000 secara profesional
  3. Lembaga Sertifikasi HACCP bernama ABICS (Agro-Based Industry Certification Services) yang telah di akreditasi oleh KAN/BSN ( LSSHACCP-006-IDN ) sehingga dapat melayani masyarakat industri agro untuk memperoleh SERTIFIKAT Sistem HACCP secara professional.
  4. Lembaga Sertifikasi Sistem Manajemen Keamanan Pangan ISO 22000 bernama ABICS (Agro-Based Industry Certification Services) yang telah di akreditasi oleh KAN/BSN ( LSSMKP-008-IDN ) sehingga dapat melayani masyarakat industri agro untuk memperoleh SERTIFIKAT ISO 22000 secara professional

KEBIJAKAN MUTU LSPro BBIA

LSPro-BBIA memberikan jasa Sertifikasi Produk sebagai jaminan kesesuaian produk terhadap standar yang berlaku. Jasa yang diberikan kepada Klien dilaksanakan secara profesional dan efektivitas yang tinggi untuk kepentingan pengguna jasa. 

Dalam melaksanakan sertifikasi produk, LSPro-BBIA menjamin bahwa kegiatan dilaksanakan sesuai dengan Persyaratan Nasional dan Internasional. LSPro-BBIA juga menjunjung tinggi kerahasiaan pengguna jasa dan pihak yang diaudit. 

LSPro-BBIA menetapkan kebijakan dan prosedur operasional yang transparan dan bersifat tidak diskriminatif. Sehingga dalam proses permohonan dan pelaksanaan kegiatan sertifikasi, LSPro-BBIA tidak membeda-bedakan Klien, serta menjamin terjaganya prinsip ketidakberpihakan. 

Seluruh personil LSPro-BBIA menjamin bahwa sistem sertifikasi yang digunakan sesuai dengan SNI ISO/IEC 17065:2012 (ISO/IEC 17065:2012) "Penilaian kesesuaian Persyaratan untuk lembaga sertifikasi produk, proses dan jasa (Conformity assessment-Requirements for bodies certifying products, processes and services).

KEBIJAKAN MUTU LSS-BBIA

Lembaga Sertifikasi Sistem - BBIA (LSS-BBIA) memberikan jasa sertifikasi terhadap sistem manajemen mutu, sistem HACCP dan sistem manajemen keamanan pangan Klien. Jasa yang diberikan kepada Klien dilaksanakan secara profesional dan efektivitas yang tinggi untuk kepentingan pengguna jasa.

LSS-BBIA menetapkan kebijakan dan prosedur operasional yang transparan dan bersifat tidak diskriminatif. Sehingga dalam proses permohonan dan pelaksanaan kegiatan sertifikasi, LSS-BBIA tidak membeda-bedakan Klien, serta menjamin terjaganya prinsip ketidakberpihakan.

Dalam melaksanakan asesmen, LSS-BBIA hanya menugaskan Auditor yang memiliki kompetensi dan pengalaman ilmiah/teknis/ industri yang sesuai serta terlatih dalam mengoperasikan dan melakukan penilaian kesesuaian sistem manajemen. LSS-BBIA juga menjunjung tinggi kerahasiaan pengguna jasa dan pihak yang diaudit.

Seluruh personil LSS-BBIA menjamin bahwa sistem yang digunakan sesuai dengan persyaratan Komite Akreditasi Nasional, Standar ISO/IEC 17021-1:2015 (Conformity assessment - Requirements for bodies providing audit and certification of management systems- Part 1: Requirements / Penilaian Kesesuaian – Persyaratan untuk Lembaga yang Melakukan Audit dan Sertifikasi Sistem Manajemen-Bagian 1: Persyaratan), dan ISO/TS 22003:2013 (Food safety management systems - Requirements for bodies providing audit and certification of food safety management systems / Sistem Manajemen Keamanan Pangan - Persyaratan untuk Lembaga yang Melakukan Audit dan Sertifikasi Sistem Manajemen Keamanan Pangan”.

Balai Besar Industri Agro mempunyai 4 buah lembaga sertifikasi diantaranya :
  1. Lembaga Sertifikasi Produk yang bernama ABI-Pro (Agro-Based Product Certification) yang telah diakreditasi oleh KAN/BSN ( LSPro-010-IDN ) sehingga dapat melayani masyarakat industri agro untuk memperoleh SERTIFIKAT PRODUK PENGGUNAN TANDA SNI secara profesional.
  2. Lembaga Sertifikasi Sistem Manajemen Mutu bernama ABICS (Agro-Based Industry Certification Services) yang telah di akreditasi oleh KAN/BSN ( LSSM-003-IDN )sejak tahun 1994, sehingga dapat melayani masyarakat industri agro untuk memperoleh SERTIFIKASI ISO 9000 secara profesional
  3. Lembaga Sertifikasi HACCP bernama ABICS (Agro-Based Industry Certification Services) yang telah di akreditasi oleh KAN/BSN ( LSSHACCP-006-IDN )sehingga dapat melayani masyarakat industri agro untuk memperoleh SERTIFIKAT Sistem HACCP secara professional.
  4. Lembaga Sertifikasi Sistem Manajemen Keamanan Pangan ISO 22000 bernama ABICS (Agro-Based Industry Certification Services) yang telah di akreditasi oleh KAN/BSN ( LSSMKP-008-IDN ) sehingga dapat melayani masyarakat industri agro untuk memperoleh SERTIFIKAT ISO 22000 secara professional.

BERITA TERKAIT STANDAR / KETENTUAN SERTIFIKASI YANG BARU UNTUK ABICS DAN ABIPro .

  1. SNI ISO/IEC 17065:2012 (ISO/IEC 17065:2012) "Penilaian kesesuaian Persyaratan untuk lembaga sertifikasi produk, proses dan jasa (Conformity assessment-Requirements for bodies certifying products, processes and services)

    SNI ISO/IEC 17065:2012 (ISO/IEC 17065:2012) merupakan standar acuan untuk pengoperasian LSPro ABIPro.  Standar ini menggantikan: Pedoman BSN 401-2000 (ISO/IEC Guide 65, 1996) "Persyaratan Umum Lembaga Sertifikasi Produk dan Pedoman KAN 402-2001 "Panduan Interpretasi Untuk Penerapan Butir-butir Pedoman BSN 401-2000 Persyaratan Umum Lembaga Sertifikasi Produk".

    ABIPro saat ini telah selesai melakukan penyesuaian sistem manajamennya mengacu SNI ISO/IEC 17065:2012 (ISO/IEC 17065:2012).
     
  2. ISO/TS  22003:2013
    Standar ISO/TS  22003:2013 merupakan standar acuan untuk ABICS pengoperasian Lembaga Sertifikasi Sistem Manajemen Keamanan Pangan (SMKP) ISO 22000.
     
  3. DPLS 04 Rev. 2 tahun 2013: Syarat dan Aturan Akreditasi Lembaga sertifikasi Produk.Dokumen ini mengatur tentang Syarat dan Aturan Akreditasi Lembaga sertifikasi Produk, yang harus dipenuhi oleh LSPro ABIPro
     
  4. DPUM 01 Rev. 8 tahun 2013: Term and condition for accreditation of conformity assessment body Dokumen ini mengatur tentang Syarat dan Aturan Akreditasi Lembaga Penilai Kesesuaian, yang harus dipenuhi oleh LSPro ABIPro dan LSS ABICS (ISO 9001; HACCP; dan ISO 22000).


Artikel & Berita Sertifikasi BBIA
Dokumen eksternal SNI terbaru
Foto
Video